Matematika
(dari bahasa Yunani: μαθηματικά
- mathēmatiká)
adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan
mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran
melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi
yang bersesuaian.
Melalui
penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari
pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun
dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis mewujud dalam kegiatan
manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat
pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides,
Elemen.
Matematika
selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun
100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru
matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada
peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga
kini.
Kini,
matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang,
termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi,
dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan
pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan
temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan
disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori
permainan.
Ilmu matematika
adalah salah satu cabang ilmu yang paling tua yang pernah dipelajari. Berbagai
macam tokoh banyak mendefinisikan tentang ilmu matematika tersebut. Hal yang
paling umum adalah bahwa matematika adalah ilmu berhitung, ilmu yang berkaitan
dengan angka-angka, sedangkan ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan
alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang
gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk
konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan
prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.
Keterkaitan
antara ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah Ilmu alamiah dasar tidak bisa
di lepaskan dengan ilmu sosial yang berarti sangat berkaitan dalam membentuk
tingkah laku manusia. Bagaimana hubungan
antar sesama manusia, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan
bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat lekat dengan ilmu psikologi
yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan individu dan
elemen-elemen didalamnya.
Hubungan antara
matematika & ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah karena psikologi
merupakan ilmu terapan atau turunan maka dapat dikatakan bahwa Matematika dan
Ilmu Alamiah Dasar adalah sebagai acuan terbentuknya cabang Ilmu Psikologi.
Matematika digunakan dalam psikologi untuk ekspresi jumlah yang sering
digunakan dalam melakukan percobaan yang berdasarkan data kuantitatif, serta Matematika
berpengaruh sebagai pendamping ilmu psikologi dengan menyediakan ilmu
statistika yang umum digunakan pada percobaan-percobaan psikologi.
Pengertian
Psikologi
Psikologi (dari
bahasa Yunani Kuno: psyche yaitu jiwa dan logos yang berarti kata) dalam arti
bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi
tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak,
tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental
tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga
Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah
laku dan proses mental.
Psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental.
Psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup
jiwa manusia dimana psyche = jiwa dan logos =ilmu pengetahuan. Ini jelas
berkaitan dengan ilmu alamiah.
Ilmu alamiah
dasar tidak bisa lepas dari ilmu sosial yang berarti sangat erat kaitannya
dalam membentuk tingkah laku manusia. Bagaimana hubungan antar sesama makhluk
sosial, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan lingkungan
bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat erat kaitannya yang sama-sama
membahas tentang bagaimana pola kehidupan seseorang dan orang-orang
disekelilingnya.
Seperti yang
telah disebutkan di atas, ilmu alamiah dasar, jelas berkaitan dengan ilmu
psikologi yaitu membahas naluri, pikiran dan perkembangan manusia dengan
psikologi yang membahas bagaimana perkembangan jiwa atau naluri, pikiran
manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Ada beberapa
kaitannya matematika dengan kegiatan penelitian dan psikologi terapan :
Matematika
adalah ilmu hitung-hitungan.
Pada saat kita
mempelajari ilmu alamiah dasar, itu mencakup ilmu yang berbau exact ataupun
sains. Dimana ada tentang perhitungan dan mempelajari mengenai manusia.
Hitung-hitungan atau yang kita sebut dengan matematika digunakan pada semua
bidang ilmu pengetahuan termasuk pada bidang ilmu psikologi. Ilmu matematika
umumnya dijumpai pada psikologi saat para psikolog menhitung seberapa besar IQ
seseorang. Tes IQ sangat umum dijumpai pada psikologi. Adapun cara menhitungnya
mealalui rumus matematika dari ahlinya, misalnya dengan menggunakan cara
pengukuran Stanford-Binner untuk menilai kecerdasan seseorang.
Hubungan ilmu
kimia dan fisika terhadap psikologi.
Ilmu kimia
adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus mempelajari susunan dan
struktur zat serta perubahannya. Secara garis besar kimia, hal ini saya kaitkan
dengan Human Relationship atau hubungan manusia seperti hubungan keluarga,
pertemanan, dan berpacaran. Ikatan kimia adalah daya tarik menarik antar atom
yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Kekuatan daya tarik menarik
ini menentukan sifat- sifat kimia dari suatu zat, dan cara ikatan kimia
berubah. (James E. Brady, Kimia Universitas:Asas dan Struktur, 1999). Ini
sesuai dengan konsep hubungan pada manusia, pada dasarnya manusia memiliki
ikatan karena ada daya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Mungkin
kareana kebutuhan atau tuntunan sosial, dan kekuatan daya tarik itulah yang
akan menentukan sifat hubungan yang terjalin. Secara tidak langsung, dalam
menjalin hubungan ada kebutuhan untuk lebih stabil dan memenuhi satu sama lain.
Ilmu kimia dan
fisika sangat berpengaruh pada ilmu ini, bahkan ilmu kimia dan fisika
memberikan cabang ilmu lain dalam dalam psikologi yaitu, psikofisika dan
neurokemis perilaku. Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang
mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan
kejadian-kejadian psikologi, intinya ini membahas hubungan antara stimulus dan
respon. Neurokemis perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari
perilaku seseorang dengan mempelajari kandungan-kandungan kimia dalam tubuh
seseorang. Karena keadaan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh zat kimia pada
system syaraf seseorang. Seperti seseorang yang schizophrenia yang penyebabnya
karena tidak seimbangnya kadar cairan (dopamine) pada otak, atau seprti anak
autis disarankan mengkonsumsi obat-obatan untuk membuatnya lebih tenang. Jadi,
ilmu fisika dan kimia juga memiliki peran penting dan memberikan suatu yang
berarti untuk ilmu psikologi.
Hubungan ilmu
Biologi dengan ilmu Psikologi.
Sejauh mana
hubungan biologi dan psikologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia
atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama
dengan psikologi, hanya saja objek nya berbeda. Objek biologi adalah kehidupan
jasmani(fisik), sedangkan psikologi kehidupan rohani(jiwa). Perbedaan psikologi
dan biologi antara lain : psikologi merupakan ilmu subjektif sedangkan biologi
adalah ilmu objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari
mengenai penginderaan dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagi
subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi memepelajari manusia
sebagai jasad atau objek. Jadi perbedaan selanjutnya antara psikologi dan
biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek,
sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara moral
(perilaku penyasuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu
faal) mempelajari perilaku manusia secara molekuler, yaitu mempelajari
bagian-bagian dri perilaku yang berupa gerakan, reflex, proses pertumbuhan dan
sebagainya. Pengaruh jasmaniah dan rohaniah terhadap perkembangan janin dalam
kandungan adalah dapat dipelajari baik oleh biologi maupun psikologi. Banyak
pikiran dan ketidak tentraman psikologis yang diderita si ibu akan mempengaruhi
perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungannya.
Sumber-sumber
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar