Minggu, 10 Juli 2016

Pokok-pokok penting Matematika kaitannya dengan Kegiatan Penelitian dan Psikologi Terapan


Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis mewujud dalam kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen.

Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.

Ilmu matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling tua yang pernah dipelajari. Berbagai macam tokoh banyak mendefinisikan tentang ilmu matematika tersebut. Hal yang paling umum adalah bahwa matematika adalah ilmu berhitung, ilmu yang berkaitan dengan angka-angka, sedangkan ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

Keterkaitan antara ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah Ilmu alamiah dasar tidak bisa di lepaskan dengan ilmu sosial yang berarti sangat berkaitan dalam membentuk tingkah laku  manusia. Bagaimana hubungan antar sesama manusia, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat lekat dengan ilmu psikologi yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan individu dan elemen-elemen didalamnya.

Hubungan antara matematika & ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah karena psikologi merupakan ilmu terapan atau turunan maka dapat dikatakan bahwa Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar adalah sebagai acuan terbentuknya cabang Ilmu Psikologi. Matematika digunakan dalam psikologi untuk ekspresi jumlah yang sering digunakan dalam melakukan percobaan yang berdasarkan data kuantitatif, serta Matematika berpengaruh sebagai pendamping ilmu psikologi dengan menyediakan ilmu statistika yang umum digunakan pada percobaan-percobaan psikologi.

Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche yaitu jiwa dan logos yang berarti kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia dimana psyche = jiwa dan logos =ilmu pengetahuan. Ini jelas berkaitan dengan ilmu alamiah.

Ilmu alamiah dasar tidak bisa lepas dari ilmu sosial yang berarti sangat erat kaitannya dalam membentuk tingkah laku manusia. Bagaimana hubungan antar sesama makhluk sosial, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan lingkungan bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat erat kaitannya yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan seseorang dan orang-orang disekelilingnya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, ilmu alamiah dasar, jelas berkaitan dengan ilmu psikologi yaitu membahas naluri, pikiran dan perkembangan manusia dengan psikologi yang membahas bagaimana perkembangan jiwa atau naluri, pikiran manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Ada beberapa kaitannya matematika dengan kegiatan penelitian dan psikologi terapan :

Matematika adalah ilmu hitung-hitungan.

Pada saat kita mempelajari ilmu alamiah dasar, itu mencakup ilmu yang berbau exact ataupun sains. Dimana ada tentang perhitungan dan mempelajari mengenai manusia. Hitung-hitungan atau yang kita sebut dengan matematika digunakan pada semua bidang ilmu pengetahuan termasuk pada bidang ilmu psikologi. Ilmu matematika umumnya dijumpai pada psikologi saat para psikolog menhitung seberapa besar IQ seseorang. Tes IQ sangat umum dijumpai pada psikologi. Adapun cara menhitungnya mealalui rumus matematika dari ahlinya, misalnya dengan menggunakan cara pengukuran Stanford-Binner untuk menilai kecerdasan seseorang.

Hubungan ilmu kimia dan fisika terhadap psikologi.

Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus mempelajari susunan dan struktur zat serta perubahannya. Secara garis besar kimia, hal ini saya kaitkan dengan Human Relationship atau hubungan manusia seperti hubungan keluarga, pertemanan, dan berpacaran. Ikatan kimia adalah daya tarik menarik antar atom yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Kekuatan daya tarik menarik ini menentukan sifat- sifat kimia dari suatu zat, dan cara ikatan kimia berubah. (James E. Brady, Kimia Universitas:Asas dan Struktur, 1999). Ini sesuai dengan konsep hubungan pada manusia, pada dasarnya manusia memiliki ikatan karena ada daya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Mungkin kareana kebutuhan atau tuntunan sosial, dan kekuatan daya tarik itulah yang akan menentukan sifat hubungan yang terjalin. Secara tidak langsung, dalam menjalin hubungan ada kebutuhan untuk lebih stabil dan memenuhi satu sama lain.

Ilmu kimia dan fisika sangat berpengaruh pada ilmu ini, bahkan ilmu kimia dan fisika memberikan cabang ilmu lain dalam dalam psikologi yaitu, psikofisika dan neurokemis perilaku. Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan kejadian-kejadian psikologi, intinya ini membahas hubungan antara stimulus dan respon. Neurokemis perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku seseorang dengan mempelajari kandungan-kandungan kimia dalam tubuh seseorang. Karena keadaan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh zat kimia pada system syaraf seseorang. Seperti seseorang yang schizophrenia yang penyebabnya karena tidak seimbangnya kadar cairan (dopamine) pada otak, atau seprti anak autis disarankan mengkonsumsi obat-obatan untuk membuatnya lebih tenang. Jadi, ilmu fisika dan kimia juga memiliki peran penting dan memberikan suatu yang berarti untuk ilmu psikologi.

Hubungan ilmu Biologi dengan ilmu Psikologi.

Sejauh mana hubungan biologi dan psikologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologi, hanya saja objek nya berbeda. Objek biologi adalah kehidupan jasmani(fisik), sedangkan psikologi kehidupan rohani(jiwa). Perbedaan psikologi dan biologi antara lain : psikologi merupakan ilmu subjektif sedangkan biologi adalah ilmu objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari mengenai penginderaan dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagi subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi memepelajari manusia sebagai jasad atau objek. Jadi perbedaan selanjutnya antara psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara moral (perilaku penyasuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara molekuler, yaitu mempelajari bagian-bagian dri perilaku yang berupa gerakan, reflex, proses pertumbuhan dan sebagainya. Pengaruh jasmaniah dan rohaniah terhadap perkembangan janin dalam kandungan adalah dapat dipelajari baik oleh biologi maupun psikologi. Banyak pikiran dan ketidak tentraman psikologis yang diderita si ibu akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungannya.


Sumber-sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar