Senin, 11 Juli 2016

Seminar ABK "Keterbatasan bukan Batasan"



Seminar Anak Berkebutuhan Khusus “Keterbatasan bukan Batasan”

Apa itu ABK?

        Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak-anak yang memiliki keterbatasan fisik/cacat tetapi dibalik keterbatasan yang mereka miliki tersebut tidak menjadi batasan untuk menggali lebih dalam lagi potensi yang mereka miliki.

Potensi apa yang biasanya dimiliki oleh ABK pada umumnya?

        Pada umumnya ABK, memiliki berbagai macam potensi seperti bernyanyi, bermain piano, dsb. Namun dalam masa pengasahan potensinya, mereka juga membutuhkan sarana-sarana yang dapat menunjang potensi mereka dan tentunya memerlukan pengajaran dari pembimbing mereka.

Bagaimana cara mengasuh dan merawat ABK dengan baik?

        Untuk merawat ABK harus memiliki keterampilan dan kesabaran yang ekstra tentunya. Tidak berbeda dengan anak-anak normal pada umumnya yang senang bermain, berkomunikasi dengan sesamanya, belajar, dsb. ABK pun begitu samanya. Hanya saja ABK lebih aktif dan lebih ekspresif yang membuat emosi mereka sering tidak stabil. Namun jangan menilai kalau ABK itu merepotkan, menyusahkan karena mudah sekali emosinya naik dan turun, dan itu sebagai alasan untuk mengucilkan ABK seperti anak normal lainnya. Itu merupakan suatu kekeliruan jika ada yang menilai seperti itu.


        Seperti yang kita tahu ABK memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun untuk kekurangan yang mereka miliki, jangan menjadikan penghambat untuk para orangtua untuk mengasuh para ABK sama dengan anak normal pada umumnya. Misalnya, menyekolahkan ABK di sekolah umum, membiarkan si anak berinteraksi dengan teman-temannya yang lain dan selalu siaga mengawasinya, memperkenalkan si anak dengan hal-hal yang baru yang belum pernah ditemuinya, mengajak si anak untuk berjalan-jalan, membantu si anak dalam menggali potensi yang ia miliki, seperti belajar bermain gitar, bermain piano, bernanyi, dsb.
        Karena ABK adalah bukan suatu penghambat untuk para orangtua dalam mendidik anaknya dengan baik dan benar. Hanya orangtua yang kuat dan tangguh dalam mendidik anaknya terutama para orangtua ABK untuk membantu si anak dalam mencapai kesuksesannya.

Sumber gambar :

Observasi Sekolah Citra Alam Ciganjur


Identitas Sekolah

Timbulnya kesadaran di seluruh lapisan masyarakat untuk mempercayakan pendidik anak-anaknya pada lembaga pendidikan yang berkualitas adalah suatu fenomena yang patut disyukuri. Hal tersebut merupakan suatu refleksi bahwa secara fitrah manusia terus-menerus mencari kebenaran sebagai solusi yang dapat menjawab segala tantangan dalam menghadapi segala permasalahan hidupnya.
        Namun di balik rasa syukur itu kita juga prihatin dengan kondisi sekolah di negeri ini. Realita menunjukkan kepada kita bahwa dunia pendidikan diselimuti awan mendung. Dengan kurikulum yang sarat pengetahuan kita sekolahkan anak kita di sekolah yang dengan segala cara guru berusaha untuk dapat menggiring anak meraih angka gemilang. Mereka belajar bukan untuk hidupnya, tetapi mereka belajar untuk sekolah.
        Hal  ini dapat dilihat dari apa yang dipelajari anak-anak di sekolah tampak sangat jauh dari realita kehidupan yang mereka alami. Mereka tidak dapat memahami apa yang dipelajari dan tidak dapat mengaitkannya dengan pengalaman langsung yang kelak di masa depan mereka hadapi. Kondisi yang terus-menerus seperti ini pada akhirnya mengakibatkan anak-anak tumbuh menjadi orang-orang yang cerdas berpengetahuan tetapi tidak mempunyai kearifan, tidak produktif dan berpeluang hanya mengejar kehidupan di masa depan tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap alam lingkungannya.
Sekolah Citra Alam berada di bawah naungan Yayasan Citra Nurul Falahkhaledazmi, merupakan sekolah inklusi yang mencoba meretas jalan membentuk sistem pendidikan berkualitas, dengan orientasi pembentukan karakter peserta didik yang siap menjadi kader pembangunan masa depan dan membimbing mereka menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Tujuan

  Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan seluruh warga sekolah terhadap Allah SWT.
  Meningkatkan kualitas ibadah, kemampuan membaca Al-Qur’an serta pengamalannya dari seluruh warga sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
  Mengembangkan kepribadian seluruh warga sekolah yang produktif, kreatif, inovatif, mandiri, berfikir kritis dan bertanggung jawab.
  Meningkatkan kepedulian, kepekaan dan kecintaan seluruh warga sekolah terhadap alam dan lingkungan.
  Mengembangkan kepribadian seluruh warga sekolah yang sesuai dengan adat istiadat, karakter, dan budaya bangsa Indonesia.
  Meningkatkan setiap potensi siswa supaya mampu berprestasi dan berkompetisi di era globalisasi.
  Meningkatkan ketrampilan komunikasi dan kecerdasan emosi siswa.
  Memberikan layanan pendidikan secara adil kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, suku bangsa, dan agama.

Pilar Karakter

Untuk membentuk dan mengembangkan karakter positif siswa, Sekolah Citra Alam Ciganjur secara menyeluruh dan berkesinambungan menerapkan kurikulum karakter yang berlandaskan Asmaul Husna, integrated study pada pelajaran agama dengan pelajaran lainnya dapat mengasah kepekaan siswa terhadap keberadaan Allah SWT.

Visi dan Misi

Ø  Mempersiapkan khalifah yang berakhlak karimah, jujur, bertanggung jawab, serta menebar kasih sayang melalui pendidikan berbasis alam dan budaya yang berkualitas.
Ø  Membentuk dan mempersiapkan pribadi yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah
Ø  Pendidikan diarahkan agar anak didik dapat menjadi anak yang produktif (dalam ibadah dan bekerja), mandiri (dalam hidup dan berusaha) dan berakhlak mulia pada alam dan manusia.
Ø  Membentuk pribadi yang diarahkan agar dapat mencintai belajar, mencintai sesama makhluk Allah, berempati, berfikir kritis, dapat memecahkan masalah
Ø  Membentuk pribadi yang dapat mengapresiasi budaya dan kesenian.
Ø  Menyelenggarakan pendidikan yang menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap alam
Ø  Menyelenggarakan pendidikan untuk mengembangkan potensi intelektual, psikologi, fisik dan sosial yang diseimbangkan oleh aspek spiritual, penanaman dan pengembangan karakter positif, untuk menjadi masyarakat pembelajar dan bertanggung jawab.

Di SMA ini kurangnya murid yang ada di SMA karena terbilang baru, faktanya angkatan pertama hanya berjumlah 7 siswa. Jumlah itu masih sangat jauh dari jumlah ideal sebuah sekolah. Dan biaya masuk untuk SMA Citra Alam Ciganjur terbilang mahal untuk sebuah Sekolah Menengah Atas. Dikarenakan fasilitas yang di berikan tidak sesuai dengan harga pembayaran masuk yang di cantumkan. menyebabkan tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati menjadi siswa atau siswi di dalamnya.
Sebaiknya Sekolah Citra Alam Ciganjur lebih mempromosikan SMA-nya tersebut. Sehingga banyak orang yang ingin mengenyam pendidikan di sekolah di SMA Citra  Alam Ciganjur dan seharusnya biaya masuk harus sesuai dengan fasilitas yang diberikan, bagaimanapun jumlah siswa akan menjadi tolok ukur kualitas dan bonafiditas sekolah di mata orang tua untuk memasukan anaknya ke Sekolah Citra Alam Ciganjur.

Hasil Observasi





Minggu, 10 Juli 2016

Pokok-pokok penting Matematika kaitannya dengan Kegiatan Penelitian dan Psikologi Terapan


Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui metode deduksi yang ketat diturunkan dari aksioma-aksioma dan definisi-definisi yang bersesuaian.

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis mewujud dalam kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides, Elemen.

Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.

Ilmu matematika adalah salah satu cabang ilmu yang paling tua yang pernah dipelajari. Berbagai macam tokoh banyak mendefinisikan tentang ilmu matematika tersebut. Hal yang paling umum adalah bahwa matematika adalah ilmu berhitung, ilmu yang berkaitan dengan angka-angka, sedangkan ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

Keterkaitan antara ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah Ilmu alamiah dasar tidak bisa di lepaskan dengan ilmu sosial yang berarti sangat berkaitan dalam membentuk tingkah laku  manusia. Bagaimana hubungan antar sesama manusia, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat lekat dengan ilmu psikologi yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan individu dan elemen-elemen didalamnya.

Hubungan antara matematika & ilmu alamiah dasar dengan psikologi adalah karena psikologi merupakan ilmu terapan atau turunan maka dapat dikatakan bahwa Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar adalah sebagai acuan terbentuknya cabang Ilmu Psikologi. Matematika digunakan dalam psikologi untuk ekspresi jumlah yang sering digunakan dalam melakukan percobaan yang berdasarkan data kuantitatif, serta Matematika berpengaruh sebagai pendamping ilmu psikologi dengan menyediakan ilmu statistika yang umum digunakan pada percobaan-percobaan psikologi.

Pengertian Psikologi

Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche yaitu jiwa dan logos yang berarti kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia dimana psyche = jiwa dan logos =ilmu pengetahuan. Ini jelas berkaitan dengan ilmu alamiah.

Ilmu alamiah dasar tidak bisa lepas dari ilmu sosial yang berarti sangat erat kaitannya dalam membentuk tingkah laku manusia. Bagaimana hubungan antar sesama makhluk sosial, cara pandang dalam menentukan norma-norma kehidupan lingkungan bermasyarakat. Kaidah ilmu alamiah dasar sangat erat kaitannya yang sama-sama membahas tentang bagaimana pola kehidupan seseorang dan orang-orang disekelilingnya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, ilmu alamiah dasar, jelas berkaitan dengan ilmu psikologi yaitu membahas naluri, pikiran dan perkembangan manusia dengan psikologi yang membahas bagaimana perkembangan jiwa atau naluri, pikiran manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Ada beberapa kaitannya matematika dengan kegiatan penelitian dan psikologi terapan :

Matematika adalah ilmu hitung-hitungan.

Pada saat kita mempelajari ilmu alamiah dasar, itu mencakup ilmu yang berbau exact ataupun sains. Dimana ada tentang perhitungan dan mempelajari mengenai manusia. Hitung-hitungan atau yang kita sebut dengan matematika digunakan pada semua bidang ilmu pengetahuan termasuk pada bidang ilmu psikologi. Ilmu matematika umumnya dijumpai pada psikologi saat para psikolog menhitung seberapa besar IQ seseorang. Tes IQ sangat umum dijumpai pada psikologi. Adapun cara menhitungnya mealalui rumus matematika dari ahlinya, misalnya dengan menggunakan cara pengukuran Stanford-Binner untuk menilai kecerdasan seseorang.

Hubungan ilmu kimia dan fisika terhadap psikologi.

Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang khusus mempelajari susunan dan struktur zat serta perubahannya. Secara garis besar kimia, hal ini saya kaitkan dengan Human Relationship atau hubungan manusia seperti hubungan keluarga, pertemanan, dan berpacaran. Ikatan kimia adalah daya tarik menarik antar atom yang menyebabkan suatu senyawa kimia dapat bersatu. Kekuatan daya tarik menarik ini menentukan sifat- sifat kimia dari suatu zat, dan cara ikatan kimia berubah. (James E. Brady, Kimia Universitas:Asas dan Struktur, 1999). Ini sesuai dengan konsep hubungan pada manusia, pada dasarnya manusia memiliki ikatan karena ada daya tarik menarik antara satu dengan yang lain. Mungkin kareana kebutuhan atau tuntunan sosial, dan kekuatan daya tarik itulah yang akan menentukan sifat hubungan yang terjalin. Secara tidak langsung, dalam menjalin hubungan ada kebutuhan untuk lebih stabil dan memenuhi satu sama lain.

Ilmu kimia dan fisika sangat berpengaruh pada ilmu ini, bahkan ilmu kimia dan fisika memberikan cabang ilmu lain dalam dalam psikologi yaitu, psikofisika dan neurokemis perilaku. Psikofisika dianggap suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan kuantitatif antara kejadian-kejadian fisik dan kejadian-kejadian psikologi, intinya ini membahas hubungan antara stimulus dan respon. Neurokemis perilaku adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku seseorang dengan mempelajari kandungan-kandungan kimia dalam tubuh seseorang. Karena keadaan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh zat kimia pada system syaraf seseorang. Seperti seseorang yang schizophrenia yang penyebabnya karena tidak seimbangnya kadar cairan (dopamine) pada otak, atau seprti anak autis disarankan mengkonsumsi obat-obatan untuk membuatnya lebih tenang. Jadi, ilmu fisika dan kimia juga memiliki peran penting dan memberikan suatu yang berarti untuk ilmu psikologi.

Hubungan ilmu Biologi dengan ilmu Psikologi.

Sejauh mana hubungan biologi dan psikologi? Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia atau hewan, yang bila dilihat dari objek materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologi, hanya saja objek nya berbeda. Objek biologi adalah kehidupan jasmani(fisik), sedangkan psikologi kehidupan rohani(jiwa). Perbedaan psikologi dan biologi antara lain : psikologi merupakan ilmu subjektif sedangkan biologi adalah ilmu objektif. Psikologi disebut ilmu subjektif karena mempelajari mengenai penginderaan dan persepsi manusia sehingga manusia dianggap sebagi subjek atau perilaku, bukan objek. Sebaliknya, biologi memepelajari manusia sebagai jasad atau objek. Jadi perbedaan selanjutnya antara psikologi dan biologi adalah psikologi mempelajari nilai-nilai yang berkembang dari persepsi subjek, sementara biologi mempelajari fakta yang dipelajari perilaku secara moral (perilaku penyasuaian diri secara menyeluruh), sementara biologi (termasuk ilmu faal) mempelajari perilaku manusia secara molekuler, yaitu mempelajari bagian-bagian dri perilaku yang berupa gerakan, reflex, proses pertumbuhan dan sebagainya. Pengaruh jasmaniah dan rohaniah terhadap perkembangan janin dalam kandungan adalah dapat dipelajari baik oleh biologi maupun psikologi. Banyak pikiran dan ketidak tentraman psikologis yang diderita si ibu akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungannya.


Sumber-sumber :

PENTINGNYA PEMAHAMAN MATEMATIKA DALAM PSIKOLOGI


Manusia mengalami proses berfikir, berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam pengambilan keputusan, berpendapat, memecahkan masalah dll. Dan ilmu matematika juga sangat berpengaruh didalam aktivitas tersebut, pada dasarnya setiap individu di tuntun untuk mempelajari ilmu logika dalam matematika adalah agar dapat berfikir logis dan cermat dalam mengatasi masalah-masalah yang ada, namun kemampuan berfikir(bernalar) seseorang lah yang dapat menentukan sampai seberapa sanggup seseorang itu berfikir untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Statistika dalam ilmu psikologi

Peranan statistika dalam psikologi lebih jauh, Statistika sebagai bahan perencanaan,
Statistika sebagai bahan monitoring, Statistika sebagai bahan evaluasi. Penerapan ilmu statistik dalam ilmu psikologi adalah dengan metode wawancara(dengan kuesioner didalamnya terdapat pertanya-tanyaan sehubungan dengan apa yang akan di teliti).
contoh. Bagaimana kita mengukur sisi kepribadian seseorang dilihat dari gaya kepemimpinannya. Dimana kita tahu, Peran kepemimpinan menuntut seorang pemegang jabatan untuk mempengaruhi bawahan, rekan sejawat atau atasan untuk melakukan tindakan dengan cara tertentu, dan bukan dengan cara lain. Setiap orang mengembangkan gayanya sendiri dalam mempengaruhi orang lain, yang dirasakan paling nyaman dan cenderung memberikan hasil yang paling baik baginya.

Kemudian, Semua pertanyaan yang diajukan dijawab oleh narasumber dan diteliti melalui standart perhitungan dalam ilmu statistik. Hasil dari perhitungan statistik tersebut Bisa atau dapat digambarkan dalam angka atau
pun diagram.

Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

Hubungan antara matematika dengan bidang psikologi sangatlah erat dan saling berkaitan, bahkan semua ilmu termasuk psikologi sangat berhubungan dengan matematika.

Misalnya dalam pengukuran. Pengukuran adalah bagian esensial kegiatan keilmuan. Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang relative lebih muda harus banyak berbuat dalam hal pengukuran ini agar eksistensinya, baik dilihat dari segi teori maupun aplikasi makin mantap.

Ilmu pengukuran (measurement) merupakan cabang dari ilmu statistika terapan yang bertujuan membangun dasar-dasar pengembangan tes yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan tes yang berfungsi secara optimal, valid, dan reliable. Pengukuran adalah suatu prosedur pemberian angka (kuantifikasi) terhadap atribut atau variable sepanjang suatu kontinum.

Kegiatan pengukuran psikologis sering disebut juga tes. Tes adalah kegiatan mengamati atau mengumpulkan sampel tingkah laku yang dimiliki individu secara sistematis dan terstandar.

Salah satu macam tes, yaitu psikometri, bagaimana kita tahu bahwa kita memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari teman kita atau saudara kita, kalau tidak diukur? Dan bagaimana kita tahu kalau alat ukur yang dipakai itu sudah valid dan dapat diandalkan sehingga kita percaya bahwa kita lebih cerdas atau lebih bodoh dari teman kita?

Disinilah peran psikometri. Psikometri berupaya membuat alat ukur yang bisa dipercaya berlandaskan prinsip-prinsip psikometri (validitas, reliabilitas, tidak bias, dan standarisasi). Karena cakupan pengukuran psikometri sangat luas meliputi semua aspek psikologis kita, maka seringkali orang lebih sering menyebut psikotest untuk semua pengukuran yang berbasis psikologi. Padahal ada banyak sekali pengukuran di dalam psikologi, sehingga lebih tepat jika dikatakan tes psikometri.

Salah satu contoh dari psikometri adalah Intelligence Quotient (IQ) tes, tes standar yang mengukur kecerdasan relatif seseorang. Salah Satu contoh Dari psikometri adalah Intelligence Quotient (IQ) tes, tes standar mengukur kecerdasan Yang relatif seseorang. Sebuah nilai IQ adalah pengukuran relatif, dibandingkan dengan referensi IQ 100 untuk nilai rata-rata. Skor IQ untuk populasi besar merupakan contoh dari fungsi statistik yang disebut distribusi normal. Kurva normal atau kurva Gauss adalah kurva lonceng berbentuk akrab di mana pengukuran yang digambarkan sepanjang sumbu x dan frekuensi digambarkan sepanjang sumbu-y. Sebagian besar nilai IQ jatuh di bagian luas kurva dekat nilai rata-rata 100. Sebagai skor menyimpang negatif atau positif dari 100, metodologi Q adalah jenis analisis yang digunakan dalam psikologi untuk mengukur dan mengkuantifikasi perasaan sekelompok orang mengenai topik tertentu. Sebagai contoh, sebuah kelompok besar mahasiswa bisa diminta dengan pertanyaan berikut: "Bagaimana perasaan Anda tentang sekolah Anda?" Sebagai contoh, sebuah Kelompok Besar Mahasiswa Bisa diminta Artikel Baru Pertanyaan berikut: "? Bagaimana perasaan Andari Tentang Sekolah Andari" Berbagai macam jawaban akan dikumpulkan mulai dari "Aku benci" untuk "Aku cinta" dengan banyak pendapat di antara menunjukkan sifat baik dan buruk dari sekolah. Berbagai macam Jawaban akan dikumpulkan Mulai Dari "Aku benci" untuk "Aku cinta" artikel baru di antara banyak pendapat menunjukkan sifat baik dan buruk dari sekolah. Dari itu, dalam jumlah terbatas pendapat (sampel Q) akan dipilih yang mewakili spektrum respon. Selama wawancara berikutnya, para siswa akan membaca sampel Q dan peringkat tingkat kesepakatan dengan masing-masing pendapat menggunakan skala -4 ke +4, dimana -4 menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat dan +4 menunjukkan perjanjian yang kuat dengan pendapat itu. Proses ini disebut Q sorting. Data numerik Yang dihasilkan dapat dianalisis Artikel Baru menggunakan fungsi statistik untuk memberikan pendapat Gambaran Matematika Siswa Sekolah Tentang mereka.

Tes – tes lain yaitu Binet dan tes intelegensi

Binet menyusun alat tes. Tes yang disusun oleh Binet dan Simon tahun 1905 disebut menghasilkan skala Binet-Simon. Skala ini terkenal dengan nama skala 1905. Skala ini pada awalnya untuk mengukur dan mengidentifikasi anak-anak yang terbelakang agar mereka mendapatkan pendidikan yang memadai. Skala ini terdiri dari 30 soal disusun dari yang paling mudah ke yang paling sukar.

Pada skala versi kedua tahun 1908, jumlah soal ditambah. Soal-soal itu dikelomokkan menurut jenjang umur berdasar atas kinerja 300 orang anak normal berumur 3 sampai 13 tahun. Skor seorang anak pada seluruh perangkat tes dapat dinyatakan sebagai jenjang mental (mental level) sesuai dengan umur normal yang setara dengan kinerja anak yang bersangkutan. Dalam berbagai adaptasi dan terjemahan istilah jenjang mental diganti dengan umur mental (mental age), dan istilah inilah yang kemudian menjadi popular.

Revisi skala ketiga skala Binet-Simon diterbitkan tahun 1911, beberapa bulan setelah Binet meninggal mendadak. Pada tahun 1912, dalam Kongres Psikologi Internasional di Genewa, William Stern, seorang ahli psikologi Jerman, mengusulkan konsep koefisien Intelegensi yaitu IQ = MA/CA. Konsep ini yang dipakai dalam skala Binet yang direvisi di Universitas Stanford, yang terkenal dengan nama Skala Stanford-Binet yang diterbitkan tahun 1916, kemudian revisinya tahun 1937 dan revisi selanjutnya tahun 1960. Skala Stanford-Binet inilah yang selanjutnya diadaptasikan kedalam berbagai bahasa dan digunakan secara luas dimana-mana. Kecuali itu skala Stanford-Binet juga menjadi model Pengembangan berbagai tes intelegensi lain.


Sumber-sumber :